Kamis, 23 Desember 2010

Berbisnis Kupang..???

Kupang Siap Santap

Saya mempunyai sebuah keinginan yang semoga suatu saat bisa tercapai. Impian itu adalah berbisnis masakan khas Sidoarjo, tanah kelahiran saya, yaitu Kupang Lontong. Apa itu Kupang telah dipaparkan dalam entri sebelumnya. Sekarang mengapa saya memilih Kupang? 
Ada beberapa alasan yang mendasarinya, baik yang objektif maupun subjektif. 
Mengapa?
Karena,
  1. Kupang merupakan salah satu masakan warisan nenek moyang bangsa ini. Penilaian ini tidak begitu berlebihan, karena melihat sisi kekhasan yang dimiliki Kupang sebagai salah satu warisan kuliner yang hanya dapat ditemui di Indonesia, khususnya di Kota Sidoarjo Jawa Timur.
  2. Mengangkat nama Sidoarjo ke level yang lebih tinggi dan terhormat. Saya ingin orang-orang mengetahui dan mengenal Sidoarjo sebagai salah satu kota di Indonesia yang mempunyai sumber daya yang dapat dioptimalkan, tidak hanya terkenal sebagai daerah “Kualat Lumpur”.
  3. Mengangkat bisnis dan pebisnis Kupang ke level yang lebih baik dan layak. Pada umumnya, Kupang dijual melalui pedagang kaki lima sehingga terlihat rendah dan remeh. Saya ingin Kupang lebih dapat dihargai di mata pecinta kuliner. Melihat dan mengingat bahan bakunya yang melimpah saya rasa bisnis Kupang masih bisa untuk dioptimalkan.
  4. Hasil penelitian menunjukkan kandungan protein Kupang cukup tinggi, yaitu kandungan Proksimat Kupang sebesar 24,24 persen, sedangkan Kadar Protein, secara total dengan menjumlah kadar Asam Amino yang diteliti PKMT-Lemlit Unair pada tahun 2000, dijumpai protein kupang beras 9,054 persen, dan kupang tawon 10,854 persen. Jumlah asam amino Kupang Beras maupun Kupang Tawon ada 17, sedangkan dari 17 asam amino tersebut terkandung 10 macam Asam Amino Esensial yang diperlukan untuk tubuh.


Kupang-Ku

Kupang adalah sejenis satwa laut yang bentuknya mirip dengan kerang, akan tetapi ukurannya sangat kecil, dengan diameter sekitar 2-5 mm, lembut, dan berwarna pucat. Mendengar sebutan Kupang, bagi orang yang tidak tahu akan mengira bahwa masakan ini berkaitan atau berhubungan dengan salah satu kota di Indonesia Timur, yaitu Kupang Nusa Tenggara Timur. Meski namanya sama akan tetapi di antara keduanya tidak ada hubungan sama kecuali masiih sama-sama berada di Tanah Air Indonesia. Apa filosofi dari nama Kupang itu sendiri atau siapa yang memberi nama tersebut adalah hal yang sulit untuk dicari jawabannya. Yang jelas, binatang Kupang adalah salah satu satwa laut yang banyak dijaring oleh para nelayan di pesisir pantai Sidoarjo. Bahkan, ada yang menyebut bahwa Kupang hanya dapat ditemui di Sidoarjo. Di perairan Surabaya atau Pasuruan, yang notebene adalah kota tetangga Sidoarjo, Kupang sulit untuk ditemukan. Untuk itu, dapat dikatakan bahwa Kupang adalah salah satu masakan khas Jawa Timur, lebih tepatnya masakan khas Sidoarjo.
Kupang terdiri dari 2 jenis yaitu Kupang Beras (Corbula faba) dan Kupang Tawon atau yang disebut dengan Kupang Merah (Musculita senhausia). Kupang Merah bentuknya lebih besar dari Kupang Beras, sebesar kacang kedelai dan rasanya lebih enak. Sedangkan Kupang Beras bentuknya sebesar beras, warnanya putih, rasanya lezat dan paling banyak dikonsumsi masyarakat dan untuk pakan udang windu.